Sosialisasi Profesi Akuntansi dan Sistem Penyelenggaraan Sistem Sertifikasi Teknisi Akuntansi

5/2/2017 2:38:11 PM

BANDAR LAMPUNG 02/05/2017 PPPK. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi (LSP-TA) dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan sosialisasi terkait Profesi Akuntansi. Sosialisasi dimaksud dilaksanakan selama satu hari penuh (29/04/2017) dengan pemateri Arie Wibowo dan Perwira Yodanto dari PPPK serta Murtanto dari LSP-TA yang dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari dosen akuntansi, guru akuntansi sekolah menengah kejuruan (SMK), mahasiswa, dan undangan lain (para pemangku kepentingan) di Bandar Lampung dan sekitarnya.

Pada sesi pertama, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan, Arie Wibowo membahas perkembangan profesi keuangan di Indonesia. Arie Wibowo mengenalkan beberapa profesi keuangan di Indonesia yang saat ini dibina oleh PPPK, yakni Akuntan, Penilai dan Aktuaris. Profesi keuangan tersebut dapat ikut serta berperan dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan manyarakat yang adil dan makmur. Dengan menjadi seorang profesional baik akuntan, penilai, maupun aktuaris, diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga nantinya pertumbuhan ekonomi semakin baik. Arie Wibowo berharap kerja sama antara PPPK dan asosiasi profesi akuntansi, penilai, dan aktuaris dapat terus terjalin untuk memajukan khususnya profesi keuangan dan umumnya negara tercinta.

Direktur LSP-TA, Murtanto, menyampaikan materi penyelenggaraan sistem sertifikasi Teknisi Akuntansi. Dalam dunia kerja pada dewasa ini sangat diperlukan sertifikasi dalam bidang tertentu. Sertifikasi dimaksud merupakan pengakuan dari organisasi atau lembaga tertentu atas keahlian seseorang dalam bidang tertentu. LSP-TA merupakan satu-satunya lembaga yang diakui oleh pemerintah untuk menyelenggarakan sertifikasi teknisi akuntansi. Untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi teknisi akuntansi, diperlukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) teknisi akuntansi. Beberapa tahun yang lalu di Provinsi Lampung sudah terdapat 2 TUK, namun belakangan ini TUK dimaksud sudah tidak aktif lagi untuk menyelenggarakan uji kompetensi teknisi akuntansi. Murtanto berharap di Lampung nantinya akan ada TUK baru yang dapat secara aktif menyelenggarakan uji kompetensi teknisi akuntansi sehingga dapat mencetak calon pekerja profesional yang unggul.

Selanjutnya Murtanto menjelaskan tingkatan dalam sertifikasi teknisi akuntansi. Seorang lulusan SMK atau SMA, dapat mengikuti uji kompetensi pada level 2, sedangkan lulusan D3 pada level 5, dan lulusan D4 atau S1 pada level 6. Pemegang sertifikat tersebut harus memperbarui sertifikat tersebut untuk jangka waktu 3 tahun dengan cara mengikuti uji kompetensi teknisi akuntansi kembali atau dapat juga tidak mengikuti ujian namun diganti dengan bukti pengalaman dalam bidang akuntansi pada periode dimaksud.

Pada sesi terakhir, Perwira Yodanto dari PPPK memaparkan tema ujian Certified Public Accountant  (CPA). Mulai Juni 2017 nanti, ujian CPA akan dilaksanakan dengan model yang berbeda dengan ujian CPA sebelumnya. Jika pada ujian CPA sebelumnya hanya ada 4 modul ujian, pada model ujian CPA baru ini memiliki 11 modul. Bahasan dilanjutkan dengan topik  ujian Penilai dan Aktuaris serta Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan posisi Indonesia di Dunia dalam bidang Ekonomi. Menutup sesi hari itu, Perwira menekankan bahwa dengan adanya MEA ini, diharapkan Indonesia mampu bersaing dalam persaingan pasar bebas dan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Penulis/Fotografer: Seto Hernawan | Penyunting: Suryadi

Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan