Amendemen PSAK 1, 25, dan 22, IAI Mengklarifikasi Definisi Material dan Bisnis

4/5/2019 3:11:33 PM

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi yang menaungi akuntan di Indonesia terus aktif melaksanakan proses konvergensi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengacu kepada International Financial Reporting Standards (IFRS).

Di awal tahun ini, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI mengesahkan tiga draf eksposur (DE), yaitu DE Amendemen PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan tentang definisi material, DE Amendemen PSAK 25 Kebijakan Akuntansi , Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan tentang definisi material, dan DE Amendemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis tentang definisi bisnis.

Dalam keterangannya kepada Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK), IAI menyebutkan bahwa DE Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25 mengklarifikasi definisi material dengan tujuan untuk menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka konseptual dan beberapa PSAK yang relevan.  Selain itu, amandemen juga memberikan panduan yang lebih jelas terkait definisi material dalam konteks mengurangi over disclosure karena terjadi perubahan ambang batas definisi material tersebut.

Sementara itu DE Amendemen PSAK 22 mengklarifikasi definisi bisnis dengan tujuan untuk membantu entitas dalam menentukan apakah suatu transaksi seharusnya dicatat sebagai kombinasi bisnis tahu akuisisi aset.

Sebelum dapat diterbitkan sebagai standar baru atau standar revisian, IAI menempuh due process prosedures yang lazim bagi draf-draf eksposur ini yakni menjaring masukan melalui situs web dan email IAI.  Selain itu, asosiasi profesi akuntan ini juga berencana menggelar dengar pendapat publik (public hearing) pada Kamis, 11 April 2019 di Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. 

Berita selengkapnya dapat diakses pada situs http://www.iaiglobal.or.id/v03/public_hearing/detail_ph-15.html

Penulis: Mahendra T. Oktavianto | Penyunting: Suryadi | Grafis: Rifki O. Mulyawan



Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan