Wamenkeu: KJA Harus Hadir di Semua Provinsi Untuk Pelaporan Keuangan yang Akuntabel

2/19/2019 2:21:55 PM

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang juga Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indoneisa (DPN IAI), dalam paparan utama (keynote speech)-nya menyatakan bahwa yang dilakukan oleh IAI sebagai wadah akuntan profesional Indonesia harus dapat membina para akuntan sehingga apa yang dilakukan para akuntan sehari-hari memiliki nilai tambah seperti yang telah inginkan para pendiri IAI 61 tahun yang lalu, yaitu membimbing pendidikan akuntansi dan mempertinggi mutu pekerjaan akuntan di Indonesia.

IAI idealnya mampu mengaktualisasikan diri menjadi aspek penting dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan ekonomi bangsa.

Senada dengan pembicara sebelumnya, Tia Adityasih, profesi akuntan akan menghadapi tantangan berat dalam teknologi informasi yang berkembang sangat pesat.

Para akuntan harus dapat melihat peluang dari banyaknya perusahaan yang bergerak dalam bisnis tekfin. Banyak dari perusahaan tersebut belum memiliki laporan keuangan yang baik. Terlebih sekarang ini telah memasuki revolusi industri 4.0 yang menitikberatkan pada kemajuan teknologi.

Dalam kesempatan itu juga Wamenkeu mengingatkan nilai-nilai yang harus ditanamkan pada setiap diri anggota dan pengurus IAI yakni intergritas, profesionalisme, kerja sama, kolaborasi, sinergi, kepemimpinan, dan semangat transformasi dan pelayanan bagi pemangku kepentingan.  Setiap anggota dan pengurus IAI harus kreatif, inovatif, dan memiliki kecerdasan ‘jalanan’ serta tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup.

Nilai-nilai tersebut harus diresapi, dihayati, dan diaktualisasikan oleh seluruh pengurus dan anggota IAI sehingga menjadi pondasi yang kuat untuk mewujudkan kejayaan akuntan dan kejayaan negeri.

IAI dalam konteksnya sebagai pembina para akuntan, dalam hal ini Kantor Jasa Akuntan (KJA), berperan sangat penting dan strategis sebagaimana visi Presiden yang melingkupi seluruh Indonesia (nusantara-wide). Karena itu KJA harus ada di setiap provinsi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan laporan keuangan yang akuntabel.

Menurut statistik, saat ini KJA telah hadir hampir di seluruh provinsi, 33 dari 34 provinsi.  Tinggal provinsi Bangka Belitung yang belum memiliki KJA.

Wamenkeu berpesan kepada para akuntan yang hadir untuk selalu siap dalam menghadapi tantangan di depan, apalagi sekarang dunia sudah masuk ke dalam revolusi industri 4.0.

Dalam revolusi industri 4.0 ini teknologi dikedepankan dalam berbagai macam aspek kehidupan. Menyikapi hal itu, para akuntan harus memperkuat keahlian, membuka wawasan, dan menanamkan nilai dan etika yang kuat untuk dapat bertahan menghadapi tekanan dan memenangi persaingan.

Sebagai penutup, Wamenkeu mengingatkan para akuntan bahwa harapan dari Presiden adalah tantangan yang harus dilaksanakan. Tantangan tersebut adalah mensinergikan akuntabilitas, efisiensi, orientasi hasil, dan kecepatan. Para akuntan harus dapat bekerja dengan cepat dengan hasil yang akurat.

Penulis: Mahendra Tri Oktavianto | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Nurul Hidayati



Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan