Dengan Semangat Ruhui Rahayu, IAI KAPd Menggelar Simposium Nasional Akuntansi XXI di Samarinda

9/10/2018 5:55:36 PM

SAMARINDA 11/09/2018 PPPK. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar Simposium Nasional Akuntansi (SNA) edisi ke XXI di kampus Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur, 5-7 September 2018. Acara ini merupakan acara rutin tahunan kerja sama antara IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) dan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.  Simposium ini menjadi ajang bergengsi bagi para akuntan untuk memaparkan hasil penelitian akuntansi terbaik mereka.

Secara umum, acara ini membahas ilmu dan praktik akuntansi dari berbagai macam cabang disiplin ilmu berbasis riset dan mengasah kemampuan para akademisi, mahasiswa, serta praktisi untuk melakukan penelitian di bidang akuntansi.

Simposium yang memulai sejarahnya pada tahun 1997 di Yogyakarta itu di seri ke-21 tahun ini menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (FEB Unmul), dengan tema "Peran Akuntan Pendidik dengan Semangat Ruhui Rahayu Memacu Pembangunan Ekosistem Indonesia yang Berkelanjutan".  Simposium dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa dan perwakilan pemerintah dengan jumlah peserta tidak kurang 1000 orang dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam acara pembukaan SNA XXI (5/9/2018), Ketua Panitia dari Unmul, Dr. H. Irwansyah, SE., MM menyampaikan bahwa tema SNA kali ini dipilih dengan melihat potensi Kalimantan Timur untuk memacu pembangunan ekosistem Indonesia yang berkelanjutan dengan semangat Ruhui Rahayu. Ruhui Rahayu merupakan semboyan provinsi Kalimantan Timur yang berarti bercita-cita mencapai masyarakat adil dan makmur, aman, dan tenteram yang diridai Tuhan Yang Maha Esa.

“... cita-cita untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, dan juga untuk menghasilkan akuntan pendidik yang kompeten,” tandasnya.

Ketua IAI KAPd, Dr. Nunuy Nur Afiah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para pendiri SNA ini hingga akhirnya mencapai seri ke-21.

“Bukan perjalanan yang mudah bagi Simposium Nasional Akuntansi ke XXI ini bisa diselenggarakan, oleh karena itu saya mengucap banyak terima kasih,” ujar Nunuy kepada para peserta.

Menurutnya, peran pendidik dan akademisi sangat penting dalam melahirkan calon-calon akuntan yang kompeten.

“Profesi akuntan berperan penting terhadap governance (tata kelola) di negara ini,” jelasnya.

Yang menarik, SNA kali ini ada warna baru karena akan dilakukan pemilihan kembali Ketua KAPd.

“Telah lahir para calon kader pimpinan terbaik yang akan menjaga estafet kompartemen akuntan pendidik ini tetap terdepan, terpercaya, dan berkemanusiaan di tangan para calon pendidik. Salam Ruhui Rahayu!” seru Nunuy dalam ujung sambutannya.
Sambutan Ketua IAPI KAPd disambung oleh Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. H. Masjaya M.Si.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu sebagai pengurus IAI KAPd yang telah memilih tema ini. Insya Allah tidak lama lagi akan ada kepemimpinan baru di Kalimantan Timur.  Mudah-mudahan dari tulisan yang masuk dari peserta SNA ini bisa menjadi konkret dan tidak hanya konsep dari segi pencatatan, secara pembiayaan dan akuntansinya terhadap ekosistem sumber daya alam khususnya di Kalimantan Timur.  Kami punya harapan dan titipan khusus mudah-mudahan ada rekomendasi yang bisa menjadi pegangan dalam rangka mengeluarkan kebijakan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilantik September nanti,” pungkasnya.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. dalam sambutan sebelum membuka secara resmi SNA, menyampaikan bahwa tenaga profesi akuntan tidak hanya diisi oleh lulusan dalam negeri saja, namun juga lulusan negara lain.

“Untuk itu kami percaya bahwa simposium ini mempunyai kontribusi yang besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga profesional dan meningkatkan profesionalisme akuntan dalam negeri dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good government governance).  Tata kelola pemerintahan yang baik didasarkan pada transparansi, kesadaran, akuntabilitas, dan tanggung jawab.  Ini hal yang sangat penting.”

Menurut Menristekdikti, Indonesia kini tengah berada dalam Revolusi Industri 4.0 dan perubahan dunia yang begitu cepat.  Indonesia harus dapat mengantisipasi dengan baik situasi ini.  Ia juga berpesan bahwa IAI KAPd harus bergerak menghasilkan sumber daya yang terintegrasi dengan Revolusi Industri 4.0 baik secara digital, fisik, maupun manusianya.

Menristekdikti juga menyebutkan telah menyiapkan Peraturan Menteri terkait pendidikan digital antara lain e-learning yang diharapkan dapat menjangkau pendidikan ke seluruh Indonesia, tidak lagi berpusat di Jawa.

Penulis: Agee F. Miradz | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Rifki O. Mulyawan



Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan