Aktuaris, Bersiapkan Untuk Berubah!

4/10/2018 10:15:13 AM

SURABAYA 4/4/18 PPPK. Di era globalisasi sekarang ini, teknologilah yang akan menguasai perkembangan dunia,ujar Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK), Langgeng Subur di hari kedua seminar Big Data 2018 dengan tema “From Theory to Reality” yang diselenggarakan di Gedung Keuangan Negara Surabaya I, Rabu (4/4/2018).

Langgeng Subur berpesan kepada para aktuaris untuk selalu siap sedia menghadapi perubahan iklim usaha global dan tidak terlena dalam zona nyaman saat ini. Dengan teknologi saat ini, data-data dengan mudah diperoleh. Keberagaman data yang kemudian tergabung menjadi mahadata (big data) akan mempermudah para aktuaris melaksanakan pekerjaannya dengan tetap waspada. Data yang bagus akan sia-sia jika tidak terekapitulasi dengan baik, tidak memiliki standar pencatatan yang sama, standar klaim asuransi yang berbeda-beda, dan pengelolaan data yang kurang baik. Mahadata belum tentu mendatangkan manfaat jika kita tidak dapat mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Aktuaris mestinya membuat suatu inovasi berdasarkan kebutuhan pengguna jasa dan PPPK sebagai regulator siap membantu perkembangan dan kesejahteraan profesi aktuaris di Indonesia,” tutup Langgeng Subur.

Sementara itu narasumber yang didatangkan dari WillisRe (perusahaan asuransi Singapura) menuturkan bahwa aktuaris merupakan profesi yang sangat dibutuhkan di dunia. Profesi ini menghasilkan banyak data namun juga memerlukan mahadata untuk memahami kebutuhan pelanggan. Kita harus mengetahui siapa saja yang menggunakan dan menghasilkan suatu big data serta mengapa kita membutuhkan big datatersebut. Jika kita mampu mengetahui itu, maka kita akan dapat merasakan banyak sekali manfaat dari big data tersebut, seperti yang sudah dilakukan oleh WillisRe di Singapura.

Di ujung acara, Direktur Statistik dan Informasi, Industri Keuangan Non Bank, Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK), Asep Suwondo menyampaikan bahwa OJK menerima banyak laporan mengenai perhatian dunia usaha akan big data. Hal ini menandakan bahwa sudah banyak entitas industri yang membutuhkan big data. Tak ketinggalan industri perasuransian pun sangat diperlukan membangun big data. Dikarenakan banyaknya permintaan dari pengguna jasa agar OJK menerbitkan data dari perusahaan-perusahaan asuransi.  

Dengan mahadata, para aktuaris di bidang perasuransian dapat melakukan banyak hal, seperti memprediksi risiko, memprediksi kegagalan bayar, dan penentuan nasabah yang tepat. OJK sendiri memiliki sistem informasi penentuan tarif pada properti dan kendaran. Akan tetapi kebanyakan harga yang dikeluarkan oleh beberapa perusahaan masih bervariasi. Banyaknya permasalahan berupa kekurangan dan kualitas data yang dilaporkan kepada OJK memaksa OJK melakukan verifikasi ulang. Ia juga berpesan kepada seluruh audiens bahwa kualitas data yang kemudian menjadi mahadata sangat menentukan bagaimana perusahaan tersebut berjalan.

“Ayo, para aktuaris.  Mulailah menata data dan siap-siap untuk berubah!” ajak Asep Suwondo.

 

Penulis: Fredika Wahyu S | Penyunting: Seto Hernawan/Suryadi | Fotografer: Seto Hernawan

Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan