Akuntan Manajeman Membangun Indonesia dari Pinggiran

3/1/2018 3:19:31 PM

JAKARTA, 01/03/2018. Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK), Langgeng Subur berharap kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) tidak dijadikan beban oleh anggota asosiasi profesi, namun sebagai sarana memperbarui kemampuan dan pengetahuan. Harapan itu dikemukakan pada PPL kerja sama antara PPPK dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) yang diselenggarakan di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (27/02/2018).

Kepala PPPK mengapresiasi kinerja IAMI yang sampai akhir tahun 2017, dari 535 anggota ASEAN CPA, 23 di antaranya adalah anggota IAMI. Kepala PPPK berharap jumlah tersebut dapat lebih banyak lagi karena kita akan bersaing dengan negara-negara di ASEAN untuk profesi akuntan tersebut.

Pada tahun 2017 IAMI telah melakukan terobosan yang bagus, yakni menandatangani nota kesepahaman dengan 11 perguruan tinggi untuk penyelenggaraan Ujian Certified Professional Management Accountant (CPMA), Reviu CPMA, dan riset. Silabus ujian CPMA juga telah selesai pada bulan Desember 2017.

Langgeng Subur menyampaikan bahwa PPPK akan mengupayakan pemegang Register Negara Akuntan (RNA) termasuk pemegang sertifikasi CPMA bisa menandatangani laporan keuangan bagi entitas perusahaan Tbk atau entitas di bawah naungan BUMN. Pemerintah berusaha untuk memperjuangkan agar Rancangan Undang-undang (RUU) Pelaporan Keuangan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR. RUU dimaksud nantinya dapat dijadikan dasar yang kuat bagi profesi akuntan untuk merebut pasar industri keuangan dengan memasukkan aturan kewajiban entitas untuk memiliki akuntan yang bersertifikat.

Menurut Ketua IAMI, Gatot Trihargo, IAMI merupakan asosiasi yang beranggotakan para akuntan. Seharusnya anggotanya lebih besar dari pada asosiasi akuntan publik dan asosiasi akuntan pendidik. IAMI sepakat bahwa akuntan manajemen yang menyusun laporan keuangan ini harus bersertifikasi. Pemegang saham akan merasa nyaman karena percaya dengan kualitas laporan keuangan yang disusun. Dengan kualitas laporan keuangan yang baik dan transparan, maka akuntan publik akan lebih nyaman dalam mengaudit, sehingga kualitas auditnya juga akan bagus. Hal ini secara tidak langsung dapat memberi dampak yang bagus yakni meningkatkan daya tarik negara kita sebagai ladang investasi.

Menyinggung kerja sama dengan 11 universitas, IAMI akan mengembangkan kompetensi akuntan terutama yang berada di luar kota melalui universitas-universitas di daerah. Semangat yang diusung oleh IAMI sama dengan semangat pemerintah yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memberikan pelatihan akuntan bersertifikat karena akuntan yang di daerah belum memiliki akses pengembangan profesi. Nantinya IAMI bersama universitas di daerah akan mengembangkan akuntan di wilayahnya.

Gatot menyampaikan bahwa kualitas akuntan di Indonesia tidak kalah dengan akuntan asing, sehingga tidak perlu takut menghadapi pasar bebas di ASEAN. “Kita bersama-sama belajar dan bekerja untuk meningkatkan kualitas akuntan di Indonesia agar dapat bersaing dengan akuntan asing, paling tidak pasar kita di Indonesia tidak direbut oleh akuntan asing”, demikian ujarnya.

 

Penulis: Seto Hernawan | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Azzam Syahid Al Jundi




Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan