ASEAN CPA Memberi Akses Profesi Akuntansi ke 10 Negara Asia Tenggara

11/23/2017 6:05:54 PM

YOGYAKARTA, 23/11/2017. Menindaklanjuti penandatanganan kesepakatan saling pengakuan (Mutual Recognition Arrangement) Profesi Akuntansi pada tahun 2014 oleh sepuluh negara ASEAN, maka dibukalah pendaftaran untuk ASEAN CPA (ACPA) di Indonesia. Seluruh Profesi Akuntansi yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar ASEAN CPA tersebut. Kelak akuntan profesional di negara-negara Asia Tenggara akan memiliki “identitas tunggal” sebagai ASEAN Chartered Professional Accountant yang dengan itu para akuntan profesional Indonesia dapat memberikan jasa dan diakui oleh negara-negara ASEAN lain. Hal ini dipaparkan oleh Agung Nugroho Soedibyo, Tim Pengarah Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI) dalam acara Sosialisasi Perkembangan terkini Mutual Recognition Arrangement Profesi Akuntansi di Gedung Keuangan Negara, Yogyakarta (22/11/2017). 

Pada acara yang dihelat oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan tersebut, Agung juga menyampaikan, terdapat tiga pilar kerja sama negara ASEAN yaitu politik dan keamanan, pendidikan, dan sosial budaya, serta ASEAN Economic Community. Ia menjelaskan lebih lanjut terkait ASEAN Economic Community, yang salah satu kerjasama dalam bidang tersebut adalah di bidang jasa akuntansi. Bidang kerja sama ini membawa keuntungan yaitu membuka akses bagi profesi akuntansi ke pasar di seluruh negara anggota ASEAN. 

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mengenai persyaratan, kualifikasi, dan prosedur pendaftaran untuk memperoleh pengakuan sebagai ASEAN CPA. 

“Sepuluh negara ASEAN sepakat bahwa tangal 1 s.d. 15 tiap bulannya merupakan proses pendaftaran ke AMCI, kemudian tanggal 16 s.d. akhir bulan Sekretariat (AMCI) akan menilai sesuai prosedur dan kriteria yang telah disusun sesuai panduan MRA dan mengedarkan nama-nama pendaftar untuk disetujui oleh ASEAN CPA Coordinating Committee (ACPACC)”, ujar Agung. 

Pendaftaran untuk permohonan ASEAN CPA di Indonesia dapat diajukan langsung melalui Asosiasi Profesi Akuntansi yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia, Institut Akuntan Manajemen Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia tanpa dipungut biaya.

Selain itu juga dipaparkan mengenai Assessment Statement yang merupakan manual operasionalisasi MRA yang berisi kriteria dan prosedur penilaian permohonan untuk menjadi ACPA yang disusun oleh masing-masing negara dan disetujui oleh ASEAN. 

“Harus ada proses yang sama yang dipakai di semua negara ketika mengizinkan warga negaranya mengikuti ujian profesi. Monitoring Committee melakukan verifikasi melalui Assessment Statement berdasarkan standar pendidikan internasional yang telah disepakati,”

pungkas Agung. 

ATLAS, Perkakas Audit Berbasis ISA

Di tempat yang sama sehari sebelumnya, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan memperkenalkan aplikasi ATLAS yang dibangun di atas platform Microsoft Excel sebagai alat bantu bagi kantor-kantor akuntan publik dalam menjalankan prosedur audit. Pada pengembangan tahap pertama tersebut, aplikasi ini meliputi tahap perencanaan, salah satu tahap terpenting dalam sebuah metodologi audit.  Direncanakan, aplikasi ini akan terus dikembangkan sehingga mencakup semua tahap jasa asurans ini.

 

Penulis: Asthree Prathiwi | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Norma FD Suherman 



Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan