Pertemuan OJK, BI, PPPK, dan Perbankan Akan Jadi Solusi Permasalahan KAP Rekanan Bank

8/16/2017 1:51:59 PM

SURABAYA 16/8/2017. Kepala Subbidang Pengembangan Profesi Akuntansi, Andar Ramona Sinaga, dalam Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) Akuntan Publik yang dilaksanakan di STIE Indonesia, Surabaya tanggal 9 Agustus 2017, mengungkap beberapa isu terkait KAP rekanan Bank.  Informasi yang ditelurkan dari hasil pembinaan dan pengawasan terhadap profesi akuntansi itu meliputi banyaknya dokumen yang harus disampaikan untuk menjadi rekanan bank, kewajiban memiliki afiliasi asing, suap (kickback), besaran audit fee, persyaratan minimum, penghapusan dari daftar rekanan secara sepihak, dan jaminan opini.

Di sisi lain, praktisi akuntan publik dan kantor akuntan publik mengharapkan adanya pintu masuk tunggal untuk menjadi rekanan bank, tidak lagi tersebar ke kantor-kantor bank yang dituju. Dengan gagasan ini, solusi-solusi atas permasalahan KAP rekanan bank tersebut akan dapat ditemukan.

Sementara itu, hasil interviu PPPK dengan pengguna jasa KAP rekanan bank menunjukkan adanya beberapa permasalahan lain, misalnya perbedaan kompetensi auditor yang diusulkan dengan yang sesungguhnya hadir dalam pemeriksaan, opini, fee, target yang dapat dinegosiasikan, dan kurangnya pemahaman pengguna terhadap jasa yang diberikan oleh akuntan publik.

Dilatarbelakangi oleh masalah-masalah tersebut, PPPK berencana untuk menyelenggarakan high level meeting pada bulan Oktober 2017 yang melibatkan para pemangku kepentingan perbankan seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, komisaris bank-bank nasional, dan PPPK sendiri. Dengan dilaksanakannya high-level meeting tersebut diharapkan akan diperoleh solusi bersama untuk permasalahan-permasalahan terkait KAP rekanan bank.

 

Penulis: Danar S. Sidig | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Azzam S. Al-Jundi

Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan